90. SUDAH TERLANJUR SAYANG

Sepulang kantor Martin asik bercanda sama anak-anaknya sambil main PS. Tiba-tiba Hand phonenya berdering, setelah diangkat ternyata Shelly yang menelephone.
“ Assalamuallaikum “, suara Shelly diseberang sana.
“ Waallaikum salam “, jawab Martin.
“ Bisa gak minta tolong menjemput saya ke kampus, susah nih mau bawa barang banyak, hari hujan lagi ?’, kata Shelly memohon.
“ Ya, saya jemput, tunggu ya !” jawab Martin.
Mengetahui Martin mau keluar pakai mobil anak-anaknya bertanya.
“Mau kemana, Pah?. “Boleh ikut donk!” pinta anak – anak Martin.
Martin bingung apa alasan yang mau dikemukakan sama anaknya, kalau dibawa nanti anaknya menanyakan siapa yang dijemput, akhirnya Martin berdalih adik teman kantornya yang mau pulang karena hujan minta tolong diantar ke mobil.
“ Papah mau menjemput Tante Sherlly adik OM Beni teman kantor papah”. Jawab Martin.
Anak-anak Martin sudah kenal dengan Beni karena semenjak ibunya meninggal sering dibawa oleh Martin kekantor. Dan kebetulan Beni satu daerah dengan Sherlly tetapi tidak saling mengenal.
Setelah itu untuk mendekatkan dengan Sherlly Martin sering membawa anak-anaknya bila mau ketemuan, dan nampaknya anak-anak Martin menyukai Sherlly dan Sherlly pun bisa mengambil hati anak-anak Martin sehingga mereka jadi cepat akrab. Padahal sebelum kenal Sherlly setiap ada yang ngomong masyalah perempuan dengan Martin, anak-anaknya selalu ngambek seolah tidak boleh dekat papahnya dengan perempuan.
Setiap hari libur Martin dan anak-anak mengajak Sherli pergi tamasya. Mereka sudah saling menyayangi, setiap hari anak- anak Martin pingin main ketempat kost Sherlly yang tidak berapa jauh dari rumah dinas tempat Martin tinggal bersama anak-anaknya.
Suatu hari gara-gara masalah kecil Martin dan Sherlly pernah berselisih paham. Ada beberapa sifat Sherlly yang kurang disukai Martin. Sherlly paling suka mendiamkan suatu masalah yang disampaikan oleh Martin yang seharusnya dibahas untuk kebaikan bersama.
Tapi Sherlly malah minta tidak mau bertemu beberapa waktu dengan alasan tidak mau terlalu ditekan oleh Martin. Cara Sherlly menjawabnya membuat Martin lebih tersinggung dengan mengatakan, “Aku tidak mau bertemu sampai hatiku baik, dan jangan hubungi aku”.
Menurut Martin, sifat Sherlly yang mendiamkan masalah dan menjauh serta tidak mau bertemu bila ada kesalah pahaman itu akan jadi bumerang nanti didalam rumah tangga.
Sebelum menikah tidak terima dinasehati menjauh tidak mau bertemu dan masalah diamkan saja tidak diselesaikan, dan setelah berumah tangga bila tidak terima dinasehati pergi dari rumah. Itu adalah sifat tidak baik bagi seorang istri yang sangat dibenci oleh agama, dan juga sangat tidak diinginkan oleh Martin terjadi didalam keluarganya.
Mungkin maksud Sherlly hanya sekedar untuk menetralisir hatinya untuk beberapa waktu. Dan Sherlly tidak menyangka sifat dan kata-katanya seperti itu yang dianggap biasa saja bisa berakibat fatal terhadap hubungannya dengan Martin.
Bagi Martin kata-kata Sherly tersebut adalah penghinaan pada dirinya. Martin merasa dirinya seolah sebagai benalu yang menumpang hinggap di suatu pohon, yang setiap saat bisa dibuang begitu saja karena tidak dibutuhkan. Walaupun sudah terlanjur sayang sama Sherly, dan anak-anaknya juga sudah menganggap Sherlly seperti keluarga sendiri dan saling menyayangi. Karena harga dirinya merasa dilecehkan dengan gampangnya oleh Sherlly, membuat Martin jadi emosi. Rencana pernikahan yang sudah dirancangnya bersama Sherlly terancam batal.
Meskipun berat hatinya untuk berpisah dengan Sherlly, demi harga dirinya Martin berniat untuk menjauhkan anak-anaknya dari Sherlly, dan dia sendiri berjanji tidak akan menemui Sherlly sebelum Sherlly minta maaf serta berjanji tidak mengulangi kesalahan yang sama dan berusaha untuk memperbaiki semuanya.
Karena kesal dan emosi Martin sempat agak kasar ngomong sama anaknya sewaktu anak-anaknya minta pergi ketempat Sherlly terus.
“ Papah tidak mau kerumah tante Sherlly, dia gak ingin kita datang karena dia sibuk dan tidak mau diganggu, kamu semua pada nakal!” kata Martin kepada anak-anaknya sambil bikin alasan Sherlly lagi sibuk supaya anaknya tidak bertanya-tanya kenapa papahnya tidak mau kesitu.
Setiap habis sholat pun Martin berdoa “Ya Allah ya tuhanku, kalau keberadaannya hanya akan menyakitiku dan anak-anakku, jauhkan lah dia dari kehidupan keluargaku, tetapi kalau kehadirannya dapat penambah kebahagiaan keluargaku satukanlah kami, janganlah ada perselisihpahaman, jauhkanlah sifatnya yang tidak aku dan anak-anakku sukai, dan jauhkanlah sifatku yang tidak dia senangi, satukanlah kami dalam suatu rumah tangga yang bahagia, mawwadah warrahmah serta jauh dari pertengkaran…Aminnnnnnnnnnnnnnn.
Malam itu juga sebelum Martin tertidur, hand phonenya berdering, terdengar suara lembut yang sudah sangat dikenalnya yaitu tidak lain adalah Sherlly. Sherlly menyadari kesalahannya dan berjanji tidak akanmengulangi lagi dan berusaha untuk memperbaiki sifat-sifatnya yang kurang baik dimata Martin. Sherlly mengatakan sangat tidak menduga kalau hal itu sampai berakibat sepatal itu pada Martin, bahkan Sherlly sempat bilang sama Martin bahwa dia mungkin tidak akan menikah selamanya kalau sampai Martin menggagalkan rencana pernikahannya. Malam itu menjadi malam yang sangat mengharukan bagi mereka berdua walau hanya bertemu melalui hand phone, dan keduanya sama – sama menangis mengucurkan air mata.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s