Sedih Pada Tempatnya

sedih3Banyak di antara kita yang lebih bersedih pada urusan-urusan sepele seputar duniawi, misalnya :

  1. Bersedih karena sedikitnya harta,
  2. Bersedih karena belum mendapatkan jodoh,
  3. Bersedih karena belum memiliki anak,
  4. Bersedih karena kerjaan banyak,

bahkan ada yang bersedih karena tidak naik jabatan dikantor dan kenaikan gaji tidak sesuai harapan . Padahal dunia ini tempat persinggahan sementara.

sedihSetiap orang sudah pasti akan mati, menemui Tuhannya, masuk surga atau neraka.
Jangan pernah berpikir bahwa kematian kita akan datang pada usia 70 atau 80 tahun, misalnya.
Tetapi berpikirlah bagaimana kita mengisi waktu dengan kebaikan.

Para ulama adalah orang yang hidup sederhana.
Jika mendapatkan harta sekian, mereka mensyukurinya dan merasa cukup ( qana’ah) dengannya.
Sebut saja misalnya Imam Ahmad bin Hanbal, Imam Ibnu Taimiyah, Rabi’ah al-Adawiyah, dan Sayyid Quthb. Mereka hidup melajang hingga wafatnya, tapi mereka tidak bersedih karena belum menikah. Imam Bukhari hingga wafatnya belum memiliki anak satu pun, tapi tak pernah sekalipun dalam hidupnya dia meratap karena tidak dikaruniai anak.

Kebahagiaan seseorang itu tidak diukur dari materi duniawi, melainkan dari kebenaran yang sedang ditegakkannya dan kedekatannya pada Allah SWT.
Bersedih karena urusan-urusan duniawi tidaklah menenteramkan hati dan tidaklah menambah kebaikan apa pun kepada kita. Sebaliknya, kesedihan hanya menambah gejolak dalam jiwa kita.

Dikisahkan bahwa seorang laki-laki pernah mendatangi salah seorang tabi’in yang sedang menangis, maka orang itu menaruh belas kasihan kepadanya.
Ia lalu bertanya, ”Apa yang menyebabkanmu menangis? Apakah ada rasa sakit yang kau alami?” Tabi’in itu menjawab, ”Lebih dahsyat dari itu.”
Orang tadi bertanya lagi, ”Apakah kamu mendapat berita bahwa salah seorang anggota keluargamu meninggal dunia?”
Tabi’in itu menjawab, ”Lebih dahsyat dari itu.”
Orang itu bertanya lagi, ”Apakah kamu kehilangan hartamu?”
Tabi’in itu menjawab, ”Lebih dahsyat dari itu.”
Laki-laki itu pun berkata sambil terheran-heran, ”Lalu, apakah yang lebih dahsyat dari semua itu?” Tabi’in itu menjawab, ”Kemarin, karena tertidur, saya lupa bangun malam ( tahajud ).”

Semestinya memang itulah yg harus kita sedihkan ……

Shalat yang tidak khusyuk, tidak mengisi waktu luang dengan amal shalih, tidak qiyamul lail, atau tidak bersedekah. Atau, melalaikan segala amal shalih lainnya padahal seharusnya kita sempat mengerjakannya.

Kita bersedih mestinya karena bekal untuk akhirat belum terisi penuh, padahal kita tak pernah tahu sampai batas mana usia kita. Lalu kesedihan itu akan menggerakkan hati untuk menjadi manusia yang lebih baik.

Tentang Marjohan

Seorang anak desa dengan segala lika - liku kehidupan dan cobaan...
Pos ini dipublikasikan di Dunia Islami. Tandai permalink.

4 Balasan ke Sedih Pada Tempatnya

  1. Cha berkata:

    Astaghfirullah,hr ni q sadar bhw ksdihanq msh berorientasi pd urusan dunia..pdhl dbalik stiap tekanan&cobaan yg dkirim Allah untk hambax jka hamba trsbt mau brsbar&twakal tu akn menambah nilai pstf dmta Allah.q ingin jd sprt emas&mutiara,mski awalnya hrs mlalui thp yg tdk mudh tp akhirnya dia pny hrga mahal&disenangi semua orang..

  2. nashrul berkata:

    kullu syaiin haalik illa wajhahu…

  3. Mak itam berkata:

    SEDIH, SENANG, SUKA, DUKA, ATAUPUN BAHAGIA. Itu kesemuannya Perasan hati dan Jiwa, yang tergantung pada Keadaan dan Waktu………………… Seseorang akan merasa sedih atau berduka bila waktu dan keadaan merugikan kepada Pribadinnya, adapula Seorang anak bersedih disaat Orang Tuannya meninggal Dunia….karena Dengan Siapalagi dia akan mengadukan Nasibnnya. adapula kalannya seorang anak berbahagia dan senang bila orang tuannya meninggal dunia karena keadaan dan waktu itu menguntungkan Ego Pribadin nya untuk mendapatkan Warisan..??? Oh ya Adapula Alim Ulama yang Takut Miskin, takut mati, dan penuh kesedihan dunia belaka. heheh…haha. memang sedih itu tidak berguna bila tidak tepat pengunaannya tapi ingat, adakalannya sedih itu dalam kondisi tertentu sangat berguna seperti kisah Orang yang menagis pada tabi1in itu.

  4. DIAN berkata:

    yach…em tu yg sbnrnya hrz dfkirkan olh manusia…tapi,,GMN????bgni Lah manusia…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s