1. KISAH SEORANG ANAK DESA

Tandikek adalah nama sebuah gunung di Propinsi Sumatera Barat yang bediri berdampingan dengan Gunung Singgalang. Di sebuah desa di kaki gunung tersebut lahir seorang anak manusia yang diberi nama Martin. Waktu kecil Martin bercita-cita ingin jadi seorang tentara, karena gagah kelihatan dengan seragam loreng dan senjata.

Setelah masuk Sekolah Dasar cita-cita Martin mulai berobah, dia ingin sekolah setinggi-tingginya walaupun sampai ke luar negeri. Ia anak yang cerdas, setiap menerima Rapor di sekolah Martin selalu mendapat juara kelas. Bahkan ketika penerimaan siswa baru di SMU Negeri I Pariaman Martin merupakan calon siswa baru dengan nem tertinggi. Menginjak kelas dua Martin mulai terserang Virus ABG dan kenakalan remaja. Biasanya Martin yang kutu buku rajin belajar dan tidak kenal keluyuran, sekarang sudah mulai mengenal rokok, ikut kebut-kebutan dengan sepeda Motor Yamaha RX King pemberian bapaknya sebagai hadiah juara Umum. Sehingga nilai rapor Martin menurun drastis dari juara kelas jadi rangking 4 dan waktu menerima rapor semester V Martin hanya masuk 10 besar.

Karena prestasinya mulai menurun, kebetulan ada kerabat nya yang dinas di Mabes Polri menawarkan kepada ibu Martin agar Martin masuk Polisi aja, lagi pula dua orang sdr Martin lainnya yang Sarjana tidak dapat masuk pegawai negeri.

Sekedar mengikuti suruhan orang tua, pada tahun 1991 Martin dengan asal-asalan melamar jadi Bintara Polri karena tidak ada cita-cita jadi Polisi. Dan diluar dugaan ternyata Martin lulus dan mengikuti pendidikan Secaba Polri di SPN Cisarua Jawa Barat.

Tamat pendidikan Martin ditempatkan di Polda Jabar. Beberapa tahun kemudian Martin menikah dengan seorang mojang priangan yang bernama Siti Azizah. Pada tahun 2002 Martin atas permintaan ibunya mengajukan pindah ke Padang karena ibunya sudah tua.

Selama kurang lebih dua belas tahun menikah dengan Siti Azizah, Martin telah di karuniai tiga orang anak satu orang perempuan dan dua orang laki-laki. Bulan Desember 2006 walaupun ikut program kontrasepsi Siti Azizah kembali hamil, tetapi kehamilan Siti Azizah dari bulan pertama bermasalah karena posisi placentanya dibawah, dan dokter menyarankan agar istirahat total.
Karena tidak merasa ada kelaianan apa-apa Siti Azizah tidak mengikuti saran dokter, dan Martin sering mengingatkan agar Siti Azizah istirahat saja dirumah. Siti Azizah selalu ikut setiap Martin dan anak- anak jalan jalan keliling kota atau pergi ketempat-tempat wisata.

Hari Rabu tanggal 4 Juli 2007 bulan kedelapan kehamilan Siti Azizah datang cobaan dari tuhan, dimana Siti Azizah mengalami pendarahan dan setelah dibawa kerumah sakit dokter menganjurkan operasi. Satu jam setelah masuk ruang operasi lahir anak keempat dari Siti Azizah yang diberi nama MARCELLIN. Karena pendarahan terus menerus semenjak dibius untuk operasi Siti Azizah tidak pernah siuman lagi sampai menghembuskan napasnya yang terakhir. Martin yang kehilangan istri tercinta sangat terpukul, menjadi duda dengan empat orang anak yang masih kecil-kecil, hari – harinya dilewati dengan kemurungan sering melamun. Walaupun seorang bintara polisi yang dididik militer Martin juga sering menguraikan air mata, di saat-saat sepi ingat nasib anaknya yang kecil-kecil harus hidup tanpa adanya seorang ibu. Apabila melihat anak-anak lain sedang bermain bersama ibunya, Martin selalu sedih, apalagi jika anak-anak ikut melihat dan berkata “ Pah enak ya kalau masih ada mama”.

Untuk mengurangi kesedihan setiap hari libur dan waktu senggang Martin sering membawa anak-anak jalan-jalan pergi ketempat rekreasi, setiap selesai solat Martin selalu berzikir dan berdoa semoga anak-anaknya diberi kekuatanketabahan. Martin pasrah atas semua yang telah terjadi karena itu adalah cobaan dari yang maha kuasa, apabila DIA berkehendak kita tidak bisa menolaknya. Dalam hati Martin berucap “Aku ikhlas Engkau mengambilnya kalau memang itu yang terbaik”.

Tentang Marjohan

Seorang anak desa dengan segala lika - liku kehidupan dan cobaan...
Pos ini dipublikasikan di Cerpen. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s