6. AKIBAT PERBEDAAN BUDAYA

Minangkabau adalah salah satu suku bangsa melayu di Indonesia yang tinggal seluruh propinsi Sumatera Barat dan di daerah lain sekitarnya. Disini tumbuh dan berkembang suatu budaya yang sangat unik berbeda dengan lain dimana disini garis keturunan diambil dari garis ibu (Matrilineal).

Untuk mempermudah mengetahui ranji atau silsilah keturunan seseorang diberi suku yang diturunkan dari ibu. Begitu pula dalam permasyalahan warisan harta pusaka maupun gelar kehormatan suatu kaum juga diambil dari turunan ibu. Sehingga harta pusaka orang Minangkabau pada umumnya dikuasai oleh anak perempuan dan anak laki – laki hanya mengawasi harta tersebut agar tidak jatuh ketangan orang lain.

Akibat perbedaan budaya Minangkabau dengan daerah – daerah lain di Indonesia ini menimbulkan berbagai dampak baik yang positif maupun yang negatifnya.

Salah satunya yang menrima dari perbedaan budaya tersebut yaitu keluarga Martin. Martin adalah turunan orang Minangkabau asli yang kedua orang tuanya berasal dari Pariaman yang memiliki adat yang sangat kuat unik.

Garis hidup yang tidak disangka – sangka sebelumnya bahwa dia akan meningggalkan Ranah Minang dan menginjak pulau Jawa. Setelah diangkat jadi pegawai negeri Martin ditempatkan dinas di Bandung. Tanah kelahiran, orang tua serta sang pujaan hatinya harus rela ditinggalkan.

Sebelum pergi orang tuanya berpesan, “Nak jangan lama kali di dinas di Pulau Jawa, cepat urus pindah kekampung”. “Hati-hati dan pandai-pandai menjaga diri di negeri orang!’.

“ Ya bu, nasehat ibu akan saya ingat dan akan saya usahakan untuk cepat bisa pindah kekampung ”, jawab Martin.

Tetapi dengan berjalannya waktu jauhnya jarak yang memisahkan akhirnya kisah cinta Martin juga ikut memudar, merenggang dan putus dengan gadis kembang desa di kampung halamannya.

Sekitar lima tahun lebih dinas di pulau Jawa Martin pun terpikat dengan seorang mojang priangan yang bekerja sebagai manajer keuangan di sebuah persuhaan Garmen terbesar di Kota Bandung.

Setelah sudah punya anak dua Martin menyuruh istrinya berhenti bekerja, agar anak-anaknya lebih mendapat perhatian. Walaupun bekerja sendiri Martin masih sanggup untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Sebagai sebuah keluarga kecil dan sederhana, ekonomi keluarga Martin termasuk sudah cukup baik. Meskipun tidak terlalu besar, di Bandung Martin sudah punya rumah sendiri.

Karena ibunya sudah tua dan selalu berpesan agar Martin pindah ke kampung, akhirnya Martinpun pindah tugas ke Padang bersama keluarganya.

Untuk menghemat pengeluaran Martin memanfaatkan fasilitas kantor dan tinggal di rumah dinas. Tahun pertama di Padang, istri nya hamil lagi dan melahirkan anak ke tiga seorang bayi laki-laki dengan operasi cesar.

Lima tahun kemudian walaupun ikut program kontrasepsi, istri Martin telat datang bulan, dan setelah dicek ternyata hamil. Tetapi sayang kehamilannya bermasyalah sampai akhirnya istrinya meninggal dunia karena mengalami pendarahan saat melahirkan anak ke empat dengan operasi sesar.

Setelah istrinya meninggal baru Martin merasakan akibat perkawinannya dengan seorang perempuan yang berbeda adat dan budaya dengan orangtuanya.

Martin bingung sekarang anaknya ikut suku bangsa apa. Ikut dia tidak bisa karena sesuai adat Minangkabau anak harus ikut suku ibunya (Matrilineal). Sedangkan kalau ikut ibunya juga tidak bisa, karena menurut adat sunda yang dianut keluarga ibunya dimana anak menurut garis keturunan ayah (Patrilineal).

Dalam hati Martin mengeluh,”Oh tuhan, malangnya nasib anakku, menurut adat keluargaku anakku adalah orang sunda, sedangkan menurut keluarga almarhumah ibunya dia adalah orang Padang”. “Apakah anakku harus kubuat suku Krakatau yang terletak ditengah selat Sunda antara Jawa dan Sumatera”.

Walaupun tidak mengharapkannya, secara adat anak Martin tidak mendapat warisan harta pusaka baik dari turunan Bapaknya maupun dari turunan ibunya.

“Inilah cobaan yang kuterima karena aku kurang mengindahkan nasehat ibu, dan ini lah akibat dari perkawianan yang berbeda budaya”, pikir Martin dalam hati.

Oleh karena itu Martin berpesan kepada seluruh pembaca :

Pikirkanlah dulu manfaat dan muradatnya, untung ruginya sebelum memutuskan sesuatu agar tidak terjadi penyesalan di akhir nanti.

Tentang Marjohan

Seorang anak desa dengan segala lika - liku kehidupan dan cobaan...
Pos ini dipublikasikan di Cerpen. Tandai permalink.

Satu Balasan ke 6. AKIBAT PERBEDAAN BUDAYA

  1. ardi berkata:

    kalo anda beragama islam…ikuti lah tata cara syariat islam…jangan melihat kesukuan…karena islam itu universal dan tidak tersekat2 oleh kesukuan…dan Islam pun memliki perhitungan waris yang sempurna..nama ilmunya Faroi’dh…pandangan kesukuan hanya membuat akal pikiran menjadi sempit…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s