3. TERIMALAH DIA

Dengan predikat seorang yang single parent, Martin mempunyai tugas rangkap mulai dari mengurus urusan rumah tangga dan anak-anaknya, juga sebagai seorang kepala keluarga yang bekerja untuk mencari nafkah.

Jam 04.30 pagi Martin sudah bangun memasak air untuk mandi anak-anaknya serta menyiapkan sarapan pagi untuk anak-anak sebelum berangkat kesekolah. Setelah semua selesai dan anak-anak sudah berangkat kesekolah, Martin juga berangkat pergi kekantor. Kebetulan kantor tempat Martin bekerja letaknya tidak jauh dari rumah, cukup dengan menyeberang jalan dari depan rumahnya Martin sudah sampai di Kantor, sehingga tidak membutuhkan banyak waktu untuk perjalanan.

Walaupun bisa mengurus sendiri, kadang kala Martin juga sering dibuat repot dan panik untuk mengurus anaknya yang masih kecil-kecil. Anak sulungnya baru berumur 13 tahun duduk dibangku SMP kelas 1, nomor dua baru kelas 1 SD, anak yang ke tiga baru berumur 5 tahun dan yang bungsu masih bayi yang lahir sewaktu istri Martin meninggal yang sekarang diurus oleh adik kandung Martin di kampung.

Terkadang Martin seolah kurang menerima akan takdir tuhan, didalam hati sering dia menjerit “Oh tuhan begitu beratnya cobaan yang – Engkau berikan kepadaku dan anak-anakku, mengapa disaat aku dan anak-anakku yang masih kecil-kecil sangat membutuhkannya, Kau ambil istriku dan ibu anak-anakku”,

Untuk menghilangkan kesedihannya setiap habis solat Martin sering melakukan tapakur dan berserah diri kepada tuhan, serta berdoa agar dia dan anak-anaknya diberi ketabahan, diberi kekuatan lahir dan batin, dijauhkan dari segala cobaan, dijauhkan dari segala musibah dan diberi kemudahan dalam menjalanni hidup dan mengurus anak-anak, serta memohon agar anak-anaknya dijadikan anak yang soleh taat kepada perintah agama dan orang tua.

Dengan mendekatkan diri kepada tuhan Martin sudah mulai sedikit tegar dan bisa mengikhlaskan kepergian istrinya. “Tuhan kalau memang itu jalan yang terbaik untuk kami semua, aku ikhlas kau ambil dia dari sisiku, terimalah amal ibadahnya, dan ampunilah segala dosanya, serta jadikanlah dia seorang suhada, yang meningal dijalan – Mu, yang telah mempertahankan amanah-Mu mengandung dan melahirkan seorang anak dengan mempertaruhkan nyawanya, karena hidup kami semua ditanggannu,Amiin !”.

Tentang Marjohan

Seorang anak desa dengan segala lika - liku kehidupan dan cobaan...
Pos ini dipublikasikan di Cerpen. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s