Penawar Hati Yang Terluka (oleh ust. Muhammad Yasrif)

Kala itu… gerimis membasahi tanah kering di tanah melayu ini.  Peristiwa kecil itu membuatku terhenyak sekejap sekedar untuk berpikir bahwa begitu senangnya tanah yang sedang kehausan itu ketika menerima tetes demi tetes kesejukan dari langit di atasnya. Dia tak pernah meminta pada langit untuk membasahinya, tapi karena kasih sayang dari pemilik tanahlah yang pada akhirnya memberikan kesegaran padanya dari langit.

Langit, salah satu ciptaan yang juga tak pernah sadar bahwa ia diciptakan sebagai sarana kesejukan bagi tanah dibawahnya. Sejak itu terpikir olehku, bahwa manusia itu tidaklah bisa disamakan dengan tanah, air hujan, apalagi dengan langit. Manusia itu adalah manusia. Dalam bahasa arab diartikan dengan “man” yang artinya siapa, “nasiya” yang artinya yang lupa / alpa.

Nah, disitulah manusia, tempat salah dan lupa. Berbeda dengan tanah, kesejukan dan kesegeran jiwa manusia itu tidak datang dengan sendirinya… Tapi dengan sebuah permintaan, pengorbanan, dan penghambaan.

Perbaikan “ishlah” jiwa itu bukanlah sebuah hal yang mudah dan otomatis tercapai dalam diri setiap insan. Tapi, perbaikan itu adalah sebuah sikap perjuangan diri untuk membenahi , menambal lubang-lubang kesalahan yang pernah dilakukan.

Ishlah, sebuah kata yang singkat, namun memiliki sarat makna. Ishlah itu memerlukan pengorbanan, bukan sekedar tekad, tapi juga kerja keras dan keistiqomahan. Tidak sedikit orang yang bertekad untuk memperbaiki diri setelah melakukan kesalahan, tidak lama berselang dari saat ia bertekad, kembali ia lakukan kesalahan demi kesalahan yang sama. Astaghfirullah …

Kembali merenungkan sebuah makna perbaikan, perbaikan hati dan jiwa adalah pondasi dari pembangunan akhlaq yang mulia. Perbaikan hati adalah pintu dari tersentuhnya hati nurani yang selama ini terabaikan. Kecintaan pada dunia telah membuat hati nurani itu tak mampu lagi memberikan bisikan kebaikan pada seorang manusia. Semakin lama cermin itu tidak dibersihkan, semakin banyak debu yang menempel, semakin pekat, dan semakin sulit untuk dibersihkan. Semakin lama hati itu tidak diketuk, semakin lama air mata tidak mengalir karena takut pada Allah, maka akan semakin sulit pula dan semakin besar pengorbanan yang diperlukan untuk membasahi hati yang sedang kering itu. Bukan seperti halnya tanah yang dengan sendirinya mendapatkan air hujan dari langit.

Sesungguhnya Hati yang jauh dari Allah itu adalah hati yang terluka. Sehingga hati itu tidak mampu bekerja seperti halnya hati yang sedang sehat, yang mampu memberikan dukungan buat jiwa untuk melakukan kebaikan. Hati yang luka itu lah yang membuat kekebalan terhadap penyakit-penyakit yang lain mudah menjangkiti manusia. Penyakit cinta dunia , iri, dengki, dendam, suka ngegosip, gampang marah, mudah tergoda, mudah lalai, tidak sungguh-sungguh , serta penyakit-penyakit lain begitu mudahnya masuk dalam diri manusia lantaran hati yang tidak bisa lagi mem”filter” penyakit itu. ya Allah… ampunilah hati yang hitam ini ya Allah , begitu inginnya aku membahagiakan hati ini dengan ayat-ayat Mu … namun, apalah daya … hati ini sedang sakit, hati ini sedang terluka …

Duhai Dzat Yang Maha Melihat, aku tak ingin air mata yang mengalir ini adalah air mata palsu yang selalu kujadikan tameng atas ketidakistiqomahanku dalam beribadah kepada-Mu… dan Engkau melihatnya sebagai buah kebohonganku dihadapan-Mu .. Begitu inginnya hati ini, hati yang terluka ini, mengobati luka-luka yang begitu menyayat dalam jiwa ini, seolah tak ada harapan lagi untuk mengobatinya … ya Allah, masihkah ada kesempatan bagiku untuk selalu menyandarkan diri ku pada -Mu, walopun aku merasa tak pantas lagi mendekat dan bersimpuh di hadapan-Mu dengan membawa diri yang seringkali berbohong kepada-Mu dengan air mata palsu ini… berilah kesempatan pada langit untuk membasahi tanah kering ini, di saat tanah kering ini benar-benar memerlukan kesejukan dan kesegaran. Sehingga, dengan demikian, tumbuhlah bunga-bunga yang indah, yang berwarna-warni, yang segar, dan siapapun senang memandangnya …

Karuniakanlah kepada hati ini anugerah hidayah dan petunjuk-Mu setiap saat. Di saat hati ini sedang terluka, kepada siapa lagi hamba meminta penawar kalau tidak kepada-Mu, wahai Sang Pemilik Hati….

Semoga bermanfaat dari hamba Allah yang sedang sangat memerlukan penawar hati dari Nya.

Tentang Marjohan

Seorang anak desa dengan segala lika - liku kehidupan dan cobaan...
Tulisan ini dipublikasikan di Dunia Islami. Tandai permalink.

11 Balasan ke Penawar Hati Yang Terluka (oleh ust. Muhammad Yasrif)

  1. mintarno berkata:

    mendekatkan lah pada Allah, karena hanya Allah tempat kita bersandar. aku bicara seperti ini karena aku bener2 mengalami dan aku bisa bangkit juga karena aku banyak berserah diri padanya

  2. mintarno berkata:

    sungguh sakit luar biasa yang aku rasakan ketika hatiku terluka. hanya kematian obatny pada saat aku sadari ternyata aku salah. ternyata obat sesungguhnya adalah diriku sendiri dengan mendekatkan diri kepada Nya.

  3. ade izzah berkata:

    Amin ya rabbal alamin…

  4. Irvan muhamad berkata:

    Amin ya robbal alamin,
    Sungguh hal yg sama seperti yg ku alami skarang ini.

  5. insiyatun SHI berkata:

    semua yang anda jelaskan adalah hal yang paling sempurna untuk ditulis….namun apakah anda pernah merasakan sesuatu yang sangat menyayat hati,,,dan nafasku sesak karna terbebani yang ada dalam hatiku,aku sulit untukmelupakan apa yang tlah terjadi dalam hidupku bagiku semua ini adalah perjalanan yang tanpa arah…..aku sulit untuk menatap kedepan…..

    • yus fita berkata:

      semua yang anda tulis merupakan hal yang paling berguna, saya fikir semua manusia pasti pernah mengalaminya. seperti halnya dengan saya juga begitu. dari sejak kecil hingga dewasa terus mengalami hal itu, tapi alhamdulillah sy bisa melewatinya walaupun terasa getir dah pahit…… terimakasih untuk sahabat hati…

  6. noraini berkata:

    air mata sering kali mengalir saat hati trluka….hanya air mata yang mampu mengertikan semua kelukaan yang berada dijiwa…..walaupun sakit airmata lah yang mluahkan segalanya….

  7. Ronie duwo berkata:

    Klo fisik yg trluka msh ada penawar’a tetapi klo hati yg trluka g ada obat’a

  8. DWI SURYANI berkata:

    seringkali yang membuat hati kita terluka memang sahabat kita…yang yg sangat kita percayai….menjauhi kita. Ketika mereka terluka butuh sandaran dan tempat curhat mereka datang kepada kita..menangis membutuhkan support…tapi ketika mereka sudah menemukan kebahagiaan mereka melupakan dan meninggalkan kita……….tidak menengok sedikitpun kebaikan yang pernah kita beriikan….apa karena kita terlalu berharap pada manusia….

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s