Hari Sabtu tanggal 21 Maret 2008 sekira pukul 09.30 Wib, pagi itu personil Polresta Bukittinggi baru saja selesai melaksanakan acara Maulid Nabi Muhammad SAW di Mesjid Baitul Amin Polresta Bukittinggi. Sebagaimana biasa anggota Polresta Bukittinggi kembali sibuk dengan aktifitas diruangan Satuan fungsi masing-masing untuk melaksanakan kegiatan rutin sehari-hari.
Tidak ada tanda tanda kejanggalan yang akan terjadi, semua kegiatan berlangsung dengan tertib dan lancar. Hanya saja pada jam 13.00 Wib siangnya rencana akan ada kampanye terbuka Partai PBB di Pasar Amor Kec.Sungai Pua kab.Agam oleh Juru Kampanye Pusat :

KAMPANYE PEMILU 2009
- DR.H.MS Kaban,M.Si
- DR.H.Tarmizi Taher
- Hamdan Zulva, SH.MH
- Drs. H.Inu Kencana.M.Si
- H.Nursyamsi Nurlan
- Ir.H.Nizar Dahlan
- Elya Yunus SH. MH
- Ir.H.Djonimar Boer
- Syahrul R Tj Sinaro S.Ag
dengan kekuatan massa peserta kampanye sekitar 10.000 orang.
Dalam situasi yang normal-normal itu tanpa disadari tiba-tiba datang seorang laki-laki berbadan tegap, rambut pendek dengan menggunakan sepeda motor Supra X warna merah No.Pol.(Ada sama Admin) masuk ke halaman Mapolresta dengan kecepatan tinggi dan langsung memarkirkan kendaraan didepan tiang bendera sambil berkata, polisi gilllllllllaaaaaaaaaa.

Insiden Penurunan Bendera Merah Putih
Orang tersebut langsung mengamuk menurunkan bendera dan bermaksud merusak atau merobek bendera merah putih yang sedang berkibar di depan Sentral Pelayanan Kepolisian (dulu disebut penjagaan) Mapolresta Bukittinggi. Melihat kejadian aksi orang tak dikenal tersebut secara spontan anggota polresta berhamburan mengamankan pelaku. Sempat terjadi ketegangan perebutan bendera antara anggota Polresta Bukittinggi dengan pelaku penurunan.
Akhirnya pelaku dapat diamankan dan bendera dinaikan kembali, setelah dianalisa melihat gerak-gerik pelaku yang aneh, serta omongannya yang ngaco dan tidak mau diajak bicara baik-baik dan selalu memaki-maki orang yang berada disekitarnya, akhirnya diambil kesimpulan bahwa tersangka adalah orang yang lagi stress. Dan dari tanda pengenal yang ada diketahui tersangka berasal dari Padang, sehingga pihak Polresta Bukittinggi melalui Polsek Koto Tangah jajaran Poltabes Padang dan keluarganya berhasil dihubungi serta bersedia menjemput saudaranya yang sedang stress ke Polresta Bukittinggi.
Setelah kejadian situasi Mapolresta Bukittinggi kembali aman dan tertib seperti biasanya…
Ah..dasar orang gila–ada ada aja…..




Sekiranya polisi telah menyelamatkan sang MeRaH puTiH.
Oleh: Dienda on 20 Juli 2009
at 10:31 pm
lucu-lucu…..hehehhe..
Oleh: yahya ayyas on 15 April 2009
at 9:52 am
…………………………..
Oleh: dodol on 13 April 2009
at 9:23 am
Ooow…
Orang Gilapun masih ada yang gak senang sama ulah Polisi, ….
Apalagi orang sehat,..
Tapi mudah mudahan penulis tidak seperti oknum yang di benci orang lain…apalagi oleh orang gil;a… hahaha..
Oleh: BURHANUDDIN on 7 April 2009
at 3:45 am