Oleh: martracho | 3 Februari 2009

Renungkanlah

Suatu ketika seorang manusia diberi kesempatan untuk berkomunikasi dengan Tuhannya dan berkata, “Tuhan ijinkan saya untuk dapat melihat seperti apakah Neraka dan Surga itu”.

Permohonan

Permohonan

Kemudian Tuhan membimbing manusia itu menuju ke dua buah pintu dan kemudian membiarkannya melihat ke dalam.

Di tengah ruangan terdapat sebuah meja bundar yang sangat besar, dan ditengahnya terdapat semangkok sup yang beraroma sangat lezat yang membuat manusia tersebut mengalir air liurnya. Meja tersebut dikelilingi orang-orang yang kurus yang tampak sangat kelaparan.

Orang-orang itu masing-masing memegang sebuah sendok yang terikat pada tangan masing-masing. Sendok tersebut cukup panjang untuk mencapai mangkok di tengah meja dan mengambil sup yang lezat tadi.

Tapi karena sendoknya terlalu panjang, mereka tidak dapat mencapai mulutnya dengan sendok tadi untuk memakan sup yang terambil.

Si Manusia tadi merinding melihat penderitaan dan kesengsaraan yang dilihatnya dalam ruangan itu.

Tuhanku

Tuhanku

Tuhan berkata, “Kamu sudah melihat NERAKA”

Lalu mereka menuju ke pintu kedua yang ternyata berisi meja beserta sup dan orang-orang yang kondisinya persis sama dengan ruangan di pintu pertama. Perbedaannya, di dalam ruangan ini orang-orang tersebut berbadan sehat dan berisi dan mereka sangat bergembira di keliling meja tersebut.

Melihat keadaan ini si Manusia menjadi bingung dan berkata “Apa yang terjadi ? kenapa di ruangan yang kondisinya sama ini mereka terlihat lebih bergembira ?”

Tuhan kemudian menjelaskan, “Sangat sederhana, yang dibutuhkan hanyalah satu sifat baik”

“Perhatikan bahwa orang-orang ini dengan ikhlas menyuapi orang lain yang dapat dicapainya dengan sendok bergagang panjang, sedangkan di ruangan lain orang-orang yang serakah hanyalah memikirkan kebutuhan dirinya sendiri”

Mari kita berbagi sendok dengan sesama.


Tanggapan

  1. Benar gue setuju tuh; Sorga, tampaknya terletak pada OTAK .. (pemikiran akal)..?. dan yang masuk Sorga itulah orang yang Berotak dan berakal Pikiran dan sebaliknnya yang masuk Neraka itu Jelas orang yang tidak BEROTAK …. cK..HEH. sETUJU KAN JO ?

  2. Mengingatkan kita semua untuk hidup akan kesadaran yang sensitif untuk berbagi dan tidak memetingkan diri sendiri, Realita banyak ditemui manusia hidup tanpa integritas, untuk mencapai keiklashan yang sempurna harus ada kesesuaian antara ucapan dan perbuatannya. Okay surprise untuk anda.

    Regards, agnessekar.wordpress.com


Beri tanggapan

Your response:

Kategori